The Motivation Day



6 April 2013
 
Today is the motivation day. Senangnya hari ini...Meski capek dan melelahkan, tetapi hati rasanya senang sekali. Pagi hari ikut seminar parenting dengan tema “Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Orangtua” di Gedung Dwija Bhakti, Kedu Temanggung, dengan narasumber Bunda Galuh Imam yang berasal dari Solo. Materinya menarik, penyampaiannya interaktif sehingga tidak membosankan. Diajarkan lagu anak-anak ciptaan beliau sendiri dan juga berjoget bersama. Seruu sekali. Sayangnya waktu 2 jam begitu cepat berlalu. Saat akhir rasanya belum puas hati ini untuk mendengarkan segala motivasi dan inspirasi dari beliau. Akhirnya memberanikan diri untuk mendekati beliau di akhir acara untuk bertanya-tanya sedikit. Alhamdulillah selain mendapatkan nomer telepon beliau aq juga sempat untuk foto bersama. 

Banyak sekali ilmu yang kudapat dari beliau. Bahwa aq ternyata belum ‘cukup baik’ selama ini dalam menjadi  ibu.  Masih banyak kesalahan yang kulakukan dalam mendidik kedua buah hatiku. Maafkan bunda ya nak. Tetapi bunda akan terus belajar dan berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian. Tak ingin menyesal dikemudian hari dan kehilangan saat-saat berharga bersama kalian. Bismillah semoga apa yang kudapat hari ini dapat membuatku selangkah lebih maju untuk menjadi seorang bunda yang dapat dibanggakan oleh anak-anakku.  Amiiiinnn...

Lanjuuuut...
Siang harinya langsung meluncur ke kampus. Hari ini jadwal kuliah blok dari POLIJE dengan materi Kepribadian bersama Pak Deni Wijanarko. Cerita sedikit mengenai beliau. Di semester satu kemarin sempat ketemu dengan beliau di mata kuliah Ketrampilan Komputer. Saat itu pun beliau sudah menarik hati semua mahasiswa dengan gaya dan cara mengajarnya yang santai tetapi mengena. Penjelasannya pun sangat mudah dimengerti. Jadi, saat tahu beliau yang akan mengisi mata kuliah hari ini, tadi lumayan banyak mahasiswa yang hadir kuliah. Senengnya hari ini mendapatkan lagi materi yang menarik. Mengenai kepribadian, yang mengarah pada cara menjadi wirausaha yang sukses. Beliau menjelaskan mengenai “PETA HIDUP” yang sebelumnya hanya kuketahui berupa teori. Memang sih, tadi juga tetap berupa teori, tetapi penjelasan dan contoh yang beliau berikan (contoh adalah pengalaman beliau sendiri...) rasanya begitu mudah untuk dilaksanakan.

Aku berpikir, jika saja dulu aku punya peta hidup yang jelas seperti yang beliau lakukan, mungkin aku takkan merasa kehilangan arah seperti saat ini. Disaat sesi rehat, (yang lain keluar, dan hanya ada beberapa teman saja didalam ruangan...salah satunya Dia...) aku bertanya bagaimana caranya untuk fokus dalam usaha. Beliau berkata, awalnya kita harus punya mimpi, yaitu apa yang ingin kita raih. Kemudian kita mencari bagaimana untuk mencapai apa yang ingin kita raih itu. Bagaimana melakukannya. Dan disanalah kita harus fokus. Jika kita punya target, maka kita takkan kehilangan fokus kita. Banyak sih yang dijelaskan, tetapi inti yang kutangkap seperti itu. Kemudian bergeser pada masalah keluarga, aku mengatakan bahwa aku kehilangan fokus karena tidak adanya ‘passion’ lagi. Dengan tersenyum dan melihat kearahku --sampai saat ini aku masih tetap tidak nyaman jika seseorang selalu langsung melihat kearahku dan memandang tepat ke mata, sehingga aku secara otomatis ingin memalingkan wajah...tetapi tadi aq berusaha untuk bertahan, meski jujur itu sungguh sulit karena begitu seringnya aku menghindar untuk kontak mata dengan orang lain—
Balik lagi, setelah melantur...sambil melihat dan memandang tepat di kedua mataku beliau mengatakan bahwa sebenarnya apa yang aku alami bukanlah kehilangan fokus, melainkan sudah tidak ingin melakukan apapun. Aku sedang dalam kondisi sedang tidak bisa melakukan apapun. 

DEG...

Rasanya seperti ada pisau yang langsung menancap tepat di dadaku. Karena ternyata begitu beliau mengatakannya, tepat pada saat itulah aku merasakan kebenarannya. Tepat seperti itulah aku saat ini. Merasa terjebak dan tak dapat bergerak sama sekali. I feel lost in life and being stuck.
Shock...karena aku memang merasa aku tidak ingin melakukan apapun, tetapi baru kali ini aku benar-benar meresapi maknanya. Dan itu sungguh menyedihkan. Honest I wanna cry...and HE sitting there looked at me...I cant read what was on his mind. But, aq bersyukur bahwa airmata itu tak sampai menetes. Rasanya maluuu sekali jika sampai itu terjadi. Dan aq tak ingin dia melihatku seperti itu.  

Ingin melanjutkan dan bertanya lagi, tetapi kurasa aq takkan sanggup bertahan jika emosiku ditelisik lebih jauh oleh beliau. Dan, teman-teman yang lain pun sudah berdatangan.  Meski sedikit, tetapi aq sangat lega. Lega karena setidaknya aq sudah mengetahui mengapa aku begini. Mengapa aku merasa terombang ambing dalam kehampaan dan keputusasaan. Ingin mencoba salah satu saran beliau. Sungguh...meski aku sendiri tak yakin itu akan membawa perubahan. But, at least I try...isn’t it??? Berusaha untuk tetap bermimpi, berharap dan berusaha meraihnya. Amiin. 

Now. I really so tired and so sleepy. So I want to say good night and sweet dreams. Byeeee...^_^...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My First Writing

Let's Go On A Trip

Because It's You